Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan susunan lengkap kepengurusan untuk masa khidmah 2026-2031. Pengumuman penting ini dilangsungkan di Gedung PBNU yang terletak di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu malam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pemantauan awak media, prosesi pengumuman tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Terlihat hadir Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, serta Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif.
Dalam keterangannya, Prof KH Mohammad Nuh menjelaskan bahwa penetapan posisi Katib Aam dan Sekretaris Jenderal dilakukan lebih awal. Langkah prosedural ini diambil karena Surat Keputusan (SK) pengesahan komposisi serta personalia PBNU wajib ditandatangani oleh empat pihak utama.
Sebagaimana dilaporkan dari laman resmi NU, Prof Nuh menyampaikan "Karena yang tanda tangan SK ini harus berempat, maka harus ditetapkan terlebih dahulu Katib Aam-nya dan Sekretaris Jenderal. Itulah kenapa yang surat ini nomornya 02".
Selain menetapkan jajaran pengurus inti, kepengurusan PBNU periode 2026-2031 ini juga mencuri perhatian publik karena memberikan ruang keterwakilan khusus bagi kelompok disabilitas, menunjukkan komitmen inklusivitas yang semakin kuat dalam tubuh organisasi.