Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dilaporkan semakin meluas hingga mencapai wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Mengutip laporan dari lapangan, situasi darurat ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang berjibaku mengerahkan bantuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang secara resmi menerjunkan tim gabungan untuk membantu proses penanggulangan bencana di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan, sebanyak enam personel terlatih diberangkatkan langsung ke titik rawan pada Sabtu malam.
"Ada sebanyak enam personel yang dikerahkan, termasuk saya," ujar Pandu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu.
Selain menerjunkan personel yang dilengkapi atribut keselamatan lengkap, pihak Damkar Kota Malang juga mengerahkan armada pendukung berupa dua unit mobil pemadam kebakaran. Berdasarkan analisis tim redaksi, kehadiran armada tambahan ini sangat krusial mengingat luasnya area vegetasi yang terdampak dan sulitnya medan di kawasan pegunungan.
Kedua kendaraan operasional yang dikerahkan meliputi unit Grace 06 dan Kijang untuk mempercepat proses pemadaman di Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Meluasnya kobaran api di kawasan wisata populer tersebut juga sempat memicu kepanikan pengunjung dan berujung pada keputusan penutupan total seluruh akses pintu masuk oleh Balai Besar TNBTS.