Kawasan wisata Gunung Bromo kembali mencekam setelah kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut merembet hingga ke Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Berdasarkan laporan di lapangan, lidah api bahkan sudah mendekati badan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang melalui kawasan Ranupane.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Situasi tegang sempat terekam dalam video amatir yang memperlihatkan kepanikan pengunjung di salah satu destinasi populer, Bromo Hill Side. Mengutip laporan dari pengelola, para pelancong berhamburan saat kobaran api terlihat mulai mendekati area sekitar lokasi kafe tersebut.
Pihak Balai Besar TNBTS melalui Pranata Humas Endrip Wahyutama memberikan penjelasan terkait situasi menegangkan yang terjadi malam itu. "Lokasi api memang di sekitar kafe, jadi wajar kalau ada pengunjung lari, tapi untuk kondisi kafe masih aman," tuturnya memberikan klarifikasi.
Berdasarkan analisis awak media, kecepatan angin serta kondisi vegetasi yang mengering di musim kemarau menjadi faktor utama yang membuat titik-titik api cepat menjalar ke berbagai sektor. Situasi ini memaksa petugas gabungan bekerja ekstra keras untuk memblokir laju api agar tidak menimbulkan dampak kerusakan yang lebih luas.
Sebagai langkah mitigasi darurat, Balai Besar TNBTS akhirnya memutuskan untuk menutup total seluruh jalur masuk menuju kawasan Bromo per Sabtu 12 September 2026. Penutupan menyeluruh ini berlaku di empat titik utama, yakni Coban Trisula, Jemplang, Cemoro Lawang, dan Wonokitri.
Kepala BBTDNTS Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan bahwa keselamatan pengunjung dan efektivitas pemadaman menjadi prioritas mutlak saat ini. "Dalam rangka efektivitas penanganan dan pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, seluruh pintu masuk Gunung Bromo ditutup total," jelasnya.
Hingga kini, otoritas berwenang belum dapat memastikan kapan kawasan wisata ikonik tersebut akan kembali dibuka untuk umum. Pihak pengelola juga memastikan bahwa wisatawan yang telanjur membeli tiket dapat memproses pengembalian dana atau penjadwalan ulang setelah kondisi kembali normal.