Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / SpaceX Ungkap Jadwal Peluncuran Data...
TEKNOLOGI

SpaceX Ungkap Jadwal Peluncuran Data Center di Angkasa, Ambisi Besar AI Dimulai Tahun Depan

By Kamal Abdullah Imadudin • 2 min read • 13 September 2026
Ilustrasi peluncuran roket Starship SpaceX untuk misi satelit dan data center orbital

Ilustrasi peluncuran roket Starship SpaceX untuk misi satelit dan data center orbital

SpaceX kembali mencuri perhatian dunia teknologi global setelah mengumumkan lini masa atau timeline penting terkait rencana ambisius mereka dalam membangun pusat data di luar angkasa. Langkah revolusioner ini menandai babak baru industri satelit komputasi orbital yang diprediksi bakal mengubah lanskap infrastruktur kecerdasan buatan atau AI secara drastis dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan paparan dalam konferensi investor perdana pasca-IPO, CFO SpaceX Bret Johnsen mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan peluncuran satelit komputasi orbital pertama pada tahun depan. "Kami benar-benar menargetkan untuk menerbangkan satelit komputasi orbital pertama kami tahun depan," ujarnya di hadapan para investor, sebagaimana dilaporkan dari konferensi tersebut.

Johnsen menambahkan bahwa momen tersebut akan menjadi titik balik yang masif ketika publik melihat kapasitas komputasi raksasa mulai mengudara menuju 2028. Dari analisis awak media, langkah ini menegaskan bahwa SpaceX tidak hanya fokus pada layanan internet satelit, melainkan bertransformasi menjadi pemain kunci dalam ekosistem komputasi awan berbasis luar angkasa.

Selain kabar peluncuran data center orbital, manajemen SpaceX juga memastikan bahwa uji terbang roket Starship gelombang berikutnya akan segera dilaksanakan bulan ini. Penerbangan tersebut bernilai strategis karena tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga membawa muatan satelit produksi Starlink V3 yang berpotensi menghasilkan pendapatan signifikan bagi perusahaan.

Kendati demikian, tantangan finansial tetap menjadi sorotan utama di kalangan analis Wall Street menyusul laporan keuangan kuartal kedua perusahaan. SpaceX tercatat mengalami kerugian signifikan dengan pengeluaran modal atau capital expenditures mencapai USD 18,4 miliar, jauh melampaui estimasi awal para analis pasar yang berada di kisaran USD 6 miliar.

Namun, optimisme para pelaku pasar tampaknya belum surut tergerus angka-angka tersebut, terbukti dari mayoritas analis yang tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham SpaceX. Berdasarkan catatan lembaga keuangan global, sekitar 80 persen analis sell-side memberikan peringkat Buy atau Strong Buy karena melihat potensi jangka panjang dari ekspansi agresif di sektor infrastruktur AI dan mobilitas global.

Topics
spacex data center starship starlink artificial intelligence saham teknologi wall street
Jurnalis Teknologi & Digital

Kamal adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, digital, dan inovasi. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup digital, kecerdasan buatan, dan transformasi digital.