Musim kemarau sering kali dikaitkan dengan ancaman kekeringan di berbagai wilayah. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Gresik, musim kemarau justru dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk berbenah dan mengantisipasi ancaman banjir tahunan yang kerap menghantui warga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pemantauan awak media, sejumlah alat berat dikerahkan secara masif ke berbagai titik strategis. Pengerukan sedimentasi tampak digenjot di Waduk Gadel, Desa Pacuh, serta Waduk Desa Dohoagung yang keduanya terletak di Kecamatan Balongpanggang.
Langkah taktis ini berada di bawah komando Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik. Pendangkalan yang parah menjadi musuh utama yang harus segera diatasi demi mengembalikan fungsi optimal waduk sebagai daerah resapan dan penampung air.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program normalisasi ini tidak hanya berfokus pada waduk saja. Pemerintah daerah juga menyasar sungai-sungai serta anak sungai yang selama ini diidentifikasi sebagai titik-titik rawan banjir di wilayah setempat.
"Normalisasi beberapa waduk, sungai dan anak sungai. Ini persiapan ketika masuk musim penghujan agar debit air bisa lebih banyak tertampung," ujar Fandi Akhmad Yani dalam keterangannya yang dirilis pada Jumat.
Dari analisis tim redaksi, pengerjaan yang dilakukan saat debit air berada di titik rendah merupakan strategi yang sangat efektif. Kondisi ini secara signifikan mempermudah proses pengerukan material endapan lumpur dan pasir yang menumpuk di dasar saluran air.
Sementara itu, Kepala Bidang SDA DPUTR Gresik Ubaidillah menjelaskan bahwa pekerjaan fisik ini dieksekusi secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan yang paling rentan terdampak luapan air.
"Lokasinya tersebar di beberapa desa, terutama wilayah yang rawan banjir," ungkap Ubaidillah dalam keterangannya.
Adapun sebaran wilayah yang menjadi sasaran normalisasi meliputi Kecamatan Driyorejo, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, Balongpanggang, hingga Duduksampeyan. Sektor utara Kabupaten Gresik juga tak luput dari perhatian, dengan pengerjaan yang menyasar Kecamatan Manyar dan Ujungpangkah.
Berdasarkan data hingga Agustus, progres normalisasi Kali Lamong telah menyentuh angka sekitar 45,9 kilometer. Di sisi lain, pengerukan pada jaringan anak sungai bahkan telah merambah hingga panjang kurang lebih 161,5 kilometer.
Melalui langkah proaktif ini, Pemkab Gresik optimistis aliran air di masa mendatang akan jauh lebih lancar. Kapasitas tampung waduk dan sungai yang meningkat drastis diharapkan mampu melindungi warga dari ancaman banjir bandang ketika musim hujan ekstrem datang.