Dunia balap Formula 1 kembali dihebohkan dengan wacana perubahan regulasi besar-besaran yang digulirkan oleh FIA demi masa depan olahraga adu kecepatan jet darat ini. Di tengah perdebatan sengit mengenai efisiensi energi hybrid, bintang McLaren, Lando Norris, secara terbuka melontarkan dukungan penuh terhadap rencana pemangkasan jarak tempuh balapan Grand Prix.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan GPblog, pembalap asal Inggris-Belgia tersebut menilai bahwa format balapan saat ini terlalu membebani para pembalap dengan urusan mikro-manajemen energi. Menurut Norris, fokus yang terlalu besar pada pengelolaan baterai justru mengaburkan esensi sejati dari ajang balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut.
"Kita butuh kompromi ini untuk membuat olahraga kita lebih baik, dan lebih mengandalkan teknik mengemudi daripada siapa yang bisa merawat baterai paling baik," ujar Norris mengungkapkan pandangannya terkait wacana perubahan regulasi jarak balap.
Lebih lanjut, pembalap berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa pembatasan jarak tersebut merupakan langkah kompromi jangka pendek yang sangat masuk akal bagi semua tim. Mengutip pernyataan sang pembalap, penyesuaian ini diharapkan mampu mengembalikan fokus utama pada pertarungan ketat antar-pembalap alih-alih kekhawatiran kehabisan tenaga listrik di tengah lintasan.
Menanggapi aspirasi para pembalap dan tim, Federasi Automobil Internasional atau FIA sebelumnya telah mengumumkan rencana pemangkasan jarak maksimum Grand Prix dari 305 kilometer menjadi 290 kilometer mulai musim 2027 mendatang. Kebijakan ini diprediksi akan memangkas sekitar dua hingga tiga lap dari durasi normal, memberikan fleksibilitas lebih besar sekaligus menjaga intensitas aksi wheel-to-wheel di atas trek.