Bos besar Nvidia Jensen Huang kembali menegaskan proyeksi ambisiusnya terkait masa depan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam forum bergengsi Goldman Sachs Communacopia & Tech Conference, Huang dengan percaya diri menyatakan bahwa nilai pasar infrastruktur AI secara global bakal meroket hingga kisaran USD 3 triliun sampai USD 4 triliun pada tahun 2030 mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip pemaparan langsung dari sang CEO, optimisme tersebut bukan tanpa dasar kuat melainkan ditopang oleh pergeseran fundamental dalam dunia komputasi serta berakhirnya era hukum Moore. "Industri semikonduktor akan terus membesar seiring lahirnya lapisan komputasi baru dengan aplikasi segar, sementara tuntutan terhadap kecerdasan model AI semakin tinggi karena pengguna menolak jawaban yang keliru," ungkap Huang di hadapan para investor.
Berdasarkan analisis dari pengamatan awak media, keyakinan Huang tersebut langsung tercermin dari pencapaian finansial Nvidia yang tampil perkasa di kuartal terbaru. Perusahaan teknologi raksasa ini sukses mengantongi pendapatan fantastis sebesar USD 96,2 miliar dengan laba bersih per saham yang disesuaikan mencapai USD 2,22, jauh melampaui proyeksi konsensus Wall Street yang berada di angka USD 92,3 miliar dan USD 2,09 per saham.
Lonjakan tersebut dipimpin oleh divisi Data Center yang mendulang pendapatan hingga USD 89 miliar, mengalahkan ekspektasi pasar di level USD 85,8 miliar [cite: 1.1.5]. Selain itu, lini Edge Computing yang mencakup sektor fisik AI serta gim turut menyumbang pendapatan sebesar USD 7,2 miliar, melampaui estimasi awal para analis di angka USD 6,6 miliar [cite: 1.1.5].
Menatap proyeksi ke depan, Nvidia bahkan mematok target pertumbuhan pendapatan hingga 70 persen untuk tahun fiskal 2028, angka yang melampaui ekspektasi awal pasar di kisaran 45 persen [cite: 1.1.5]. Huang bahkan mengklaim angka pertumbuhan tersebut bisa menembus di atas 100 persen seandainya rantai pasok industri tidak dihadapkan pada kendala kelangkaan cip memori yang melanda pasar global saat ini [cite: 1.1.5].