Dunia Formula 1 kembali dihebohkan dengan kabar investigasi pascabalap yang melibatkan dua pembalap papan atas. Berdasarkan laporan dari paddock, Isack Hadjar dan Carlos Sainz harus berurusan dengan steward FIA akibat dugaan pelanggaran aturan prosedur start latihan menjelang balapan utama di Sirkuit Baku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Isack Hadjar, yang kini memperkuat tim utama Red Bull menggantikan Yuki Tsunoda untuk musim 2026, baru saja kembali dari masa pemulihan cedera pergelangan tangan. Namun, kembalinya pembalap muda berbakat ini langsung diwarnai ujian berat setelah race control mencatat dugaan pelanggaran instruksi race director saat melakukan start latihan di area grid.
Nasib serupa juga menimpa pembalap senior Williams, Carlos Sainz. Selain harus menghadapi investigasi terkait prosedur start latihan, Sainz sebelumnya telah diganjar penalti turun lima posisi di grid akibat gagal mengurangi kecepatan secara optimal di bawah kibaran bendera kuning saat sesi kualifikasi.
Tim analisis redaksi menilai bahwa investigasi ini dapat berdampak signifikan pada posisi akhir kedua pembalap dalam klasemen sementara balapan. Mengacu pada insiden serupa di masa lalu, seperti kasus Lewis Hamilton di Grand Prix Rusia tahun 2021, pelanggaran prosedur start latihan berisiko membuahkan penalti waktu tambahan maupun penalti poin pada lisensi balap mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak steward masih mengumpulkan bukti serta mengevaluasi fakta-fakta lapangan sebelum menjatuhkan keputusan resmi. Para penggemar balap jet darat tentu menantikan sanksi final yang akan diumumkan oleh otoritas tertinggi FIA terhadap kedua pembalap tersebut.