Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / nasional / Trump Borong Saham 6 Produsen Chip,...
NASIONAL

Trump Borong Saham 6 Produsen Chip, Portofolio Pemerintah Tembus 30 Perusahaan

By Dea Sefilla Reynata • 3 min read • 3 Agustus 2026
Ilustrasi chip semikonduktor dan portofolio investasi saham pemerintah Amerika Serikat

Ilustrasi chip semikonduktor dan portofolio investasi saham pemerintah Amerika Serikat

Pemerintahan di bawah komando Presiden Donald Trump kembali membuat gebrakan mengejutkan di sektor korporasi dengan memperluas portofolio investasi strategis negara. Berdasarkan laporan resmi, sebanyak enam perusahaan semikonduktor baru resmi menandatangani surat niat atau letter of intent untuk menerima suntikan dana bantuan dari pemerintah. Sebagai timbal baliknya, Washington mengambil langkah tegas dengan meminta kepemilikan saham minoritas yang sifatnya nonpengendali di masing-masing perusahaan tersebut.

Berdasarkan analisis dari pengamat ekonomi serta catatan lembaga riset Cato Institute, langkah ekspansif terbaru ini menggenapkan total portofolio kepemilikan korporasi oleh pemerintah federal hingga menyentuh angka 30 perusahaan. Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran gaya kebijakan industri di AS, di mana keterlibatan kepemilikan langsung oleh negara kini mulai menjadi hal yang lumrah dalam lanskap bisnis modern. Sebagaimana dilaporkan, kesepakatan-kesepakatan anyar ini diproyeksikan akan rampung sepenuhnya dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, guyuran dana segar yang disiapkan mencapai angka USD 874 juta yang bersumber dari undang-undang CHIPS and Science Act tahun 2022. Anggaran masif tersebut difokuskan untuk membangun infrastruktur komputasi canggih serta ekosistem sistem kecerdasan buatan atau AI. Keenam perusahaan chip yang masuk dalam daftar penerima dana segar gelombang ini meliputi Kepler, Multibeam Corporation, Extropic, Thintronics, OBSIDIA Semiconductors, dan Aeluma, dengan kisaran dana bantuan bervariasi mulai dari USD 30 juta hingga USD 245 juta per entitas.

Selain keenam nama tersebut, raksasa manufaktur cip GlobalFoundries juga bersiap menerima gelombang pendanaan susulan sebesar USD 300 juta. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meneken kesepakatan terpisah pada bulan Mei lalu yang berkaitan dengan teknologi komputasi kuantum. Mengutip pernyataan resmi Menteri Perdagangan Howard Lutnick, "Strategi investasi ini dirancang khusus untuk memperkuat kapabilitas domestik, membuka lapangan kerja dengan gaji tinggi, sekaligus memastikan Amerika tetap berada di garda terdepan industri semikonduktor global."

Jika ditarik ke belakang, kebijakan era kepemimpinan Trump ini menunjukkan perombakan total dari strategi pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden. Pada masa lalu, dana dari undang-undang CHIPS Act digelontorkan dalam bentuk hibah murni tanpa sedikitpun mengambil kepemilikan ekuitas perusahaan. Namun kini, tim Trump secara agresif menerapkan pola tukar guling berupa kucuran modal yang diikat langsung dengan kepemilikan saham, mencakup belasan perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor, energi nuklir, baja, mineral tanah jarang, hingga sektor kuantum.

Dari sudut pandang analisis tim redaksi, pendekatan ala korporasi privat yang diterapkan Gedung Putih ini tidak hanya bertujuan mengamankan rantai pasok dan pertahanan nasional, tetapi juga berambisi mendulang keuntungan finansial jangka panjang. Contoh paling sukses sejauh ini terlihat pada investasi strategis di tubuh Intel, di mana nilai sahamnya meroket tajam dan mendatangkan keuntungan teoretis hingga melampaui USD 70 miliar. Kendati demikian, sejumlah pihak tetap mewanti-wanti potensi konflik kepentingan manakala pemerintah bertindak sekaligus sebagai regulator, pemberi subsidi, sekaligus pemegang saham pengendali di pasar.

Meskipun menuai perdebatan di kalangan ekonom terkait batas intervensi pasar, pemerintah tetap pada pendiriannya bahwa langkah kepemilikan saham minoritas ini adalah instrumen krusial. Pejabat berwenang di Departemen Perdagangan menegaskan bahwa seluruh skema pendanaan ini bertujuan memberikan ruang komputasi dan efisiensi energi yang ekstrem bagi perusahaan rintisan agar mampu mengakselerasi beban kerja AI secara cepat dan aman.

Topics
trump administration chipmakers chips act globalfoundries intel howard lutnick semikonduktor ekonomi as
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Dea adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Brawijaya (UB), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.