Pemerintah Kabupaten Trenggalek sukses merampungkan perhelatan akbar Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 yang berlangsung meriah selama enam hari berturut-turut. Puluhan grup kesenian jaranan dari berbagai daerah tumpah ruah saling beradu kreasi menunjukkan penampilan terbaik mereka di hadapan ribuan pasang mata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Puncak kemeriahan festival yang dipusatkan di Alun-alun Trenggalek dihelat pada hari Sabtu dengan menyuguhkan penampilan spesial dari maestro jaranan pegon Trenggalek serta pementasan sendratari Garudheya. Panitia penyelenggara juga secara resmi mengumumkan deretan penampil terbaik dari berbagai kategori lomba yang dipertandingkan.
Ketua Dewan Juri FJTT Trenggalek, Sukatno mengungkapkan bahwa perkembangan festival selama tiga dekade terakhir menunjukkan tren positif yang sangat membanggakan. Partisipasi peserta kini semakin variatif dengan tingkat kreativitas tinggi, bahkan lebih dari separuh peserta berasal dari luar kota.
"Secara umum sudah sangat kompetitif, peserta dari luar kota sudah separuh lebih," ujar Sukatno dalam keterangannya terkait peningkatan kualitas penampilan grup seni yang berlaga.
Dari sisi kualitas artistik, masing-masing grup dinilai telah berupaya maksimal melakukan penataan tari dan aransemen musik yang apik. Kendati demikian, dewan juri tetap memberikan catatan evaluasi agar pelestarian kategori Jaranan Turonggo Yakso dapat lebih digalakkan demi menarik minat generasi muda.
Berbagai penghargaan bergengsi berhasil disabet oleh grup-grup unggulan, termasuk kategori Jaranan Turonggo Yakso umum yang dimenangkan oleh Ngesti Laras Budoyo SMAN 1 Karangan, Sanggar Tari Sekar Mayang Dongko, Turonggo Wono Setro SMPN 1 Trenggalek, serta Balakuda Ngadiluwih Kediri.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Sri Sugiharta menyatakan bahwa festival tahun depan perlu memperluas jangkauan partisipasi hingga tingkat nasional maupun mancanegara. Menurutnya, eksistensi seni jaranan kini telah dikenal luas oleh berbagai komunitas di dalam dan luar negeri.
Masuknya ajang Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti nyata pengakuan tingkat nasional terhadap konsistensi pelestarian budaya lokal. Kementerian Kebudayaan pun turut memberikan dukungan penuh melalui pembiayaan serta pembinaan ekosistem seni yang sehat.
Dari analisis awak media, keberhasilan festival ini membuktikan bahwa tradisi lokal dapat bertransformasi menjadi daya tarik pariwisata yang kuat apabila dikemas secara kreatif dan profesional. Antusiasme penonton yang memadati Alun-alun Trenggalek mencerminkan tingginya kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Penyelenggaraan festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi para seniman daerah, tetapi juga momentum strategis dalam menjaga kelestarian identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi.