Aksi kekerasan bersenjata kembali mencoreng rasa aman di tanah Papua setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) secara brutal menembak mati tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa tragis yang terjadi di Kampung Muliama, wilayah Papua Pegunungan tersebut langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai pihak di parlemen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban yang gugur dalam menjalankan tugas mulia tersebut sebenarnya tengah mengemban misi kemanusiaan dan pelayanan publik, yakni mengantar bantuan ternak untuk masyarakat pedalaman. Namun, niat baik untuk mensejahterakan warga lokal justru berujung pada hilangnya nyawa tak berdosa di tangan kelompok separatis bersenjata.
Menanggapi insiden memilukan ini, Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion Syamsuddin Rogo, melontarkan kecaman keras atas tindakan biadab yang tidak berperikemanusiaan tersebut. "Tindakan KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Ini adalah pelanggaran HAM yang tidak boleh ada toleransi," tegas Mafirion saat memberikan keterangan di Jakarta.
Dari analisis awak media, insiden berdarah ini kembali membuka mata publik mengenai tingginya kerentanan aparat sipil dan tenaga pelayanan publik yang bertugas di daerah rawan konflik. Negara dituntut untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah-langkah strategis demi memastikan Papua tidak berubah menjadi zona ketakutan yang melumpuhkan roda pemerintahan serta pelayanan masyarakat.
Lebih lanjut, desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas kini semakin nyaring disuarakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Publik dan para pemangku kepentingan berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan secara nyata untuk memberikan perlindungan penuh bagi setiap warga sipil yang mengabdikan diri di bumi Cenderawasih.