Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal agar mampu menembus pasar global melalui strategi hilirisasi produk unggulan daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i secara tegas meminta agar kopi arabika Ijen-Raung dan tembakau tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan As'ad saat menutup rangkaian acara Festival Kopi Nusantara dan Tembakau IX 2026 di Bondowoso, Jumat malam.
"Kopi Bondowoso harus diproses untuk menghasilkan produk inovatif, beragam, dan bernilai tambah tinggi yang dapat dipasarkan di tingkat nasional dan internasional," ujar As'ad di hadapan para pelaku industri dan masyarakat.
Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah hilirisasi ini menjadi kunci strategis bagi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, As'ad juga mengajak generasi muda dan kalangan akademisi untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan inovasi pengolahan hasil bumi, termasuk memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomis.
"Festival ini menjadi bukti kesiapan daerah untuk maju di tengah semarak pembangunan dan bangkitnya semangat anak-anak muda Bondowoso yang kini semakin kreatif meramaikan ruang publik dengan inovasi dan kegiatan positif," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, mengungkapkan bahwa ajang tahunan ini sukses menarik minat peserta dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa untuk memamerkan inovasi olahan kopi.