Perekonomian di wilayah Jawa Timur menunjukkan tren positif bagi daya beli masyarakat menyusul catatan penurunan harga barang secara umum. Berdasarkan analisis tim redaksi, fenomena penurunan indeks harga ini memperlihatkan adanya keseimbangan pasokan yang sangat baik di tingkat petani lokal selama periode panen raya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan bahwa provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Plt. Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat melimpahnya pasokan berbagai komoditas pangan utama di pasaran.
Mengutip laporan resmi BPS, komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat mengalami koreksi harga yang cukup tajam akibat panen raya. Bawang merah tercatat mengalami penurunan harga paling signifikan mencapai 25,43 persen, disusul oleh cabai merah sebesar 28,05 persen yang turut memberikan andil besar terhadap laju deflasi.
Selain sektor pangan, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti penurunan harga emas perhiasan yang mengikuti tren global pasar emas dunia. Di sisi lain, kebijakan insentif dan diskon tarif transportasi yang digelontorkan pemerintah turut meringankan beban pengeluaran masyarakat sepanjang masa libur sekolah.
Berdasarkan data lembaga statistik, seluruh 11 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang menjadi pemantauan Indeks Harga Konsumen kompak mengalami deflasi. Wilayah Sumenep mencatatkan angka deflasi tertinggi sebesar 0,57 persen, sementara Kota Madiun menjadi daerah dengan tingkat deflasi terendah di angka 0,12 persen.
Meskipun gelombang penurunan harga mendominasi sebagian besar sektor, sejumlah komoditas terpantau masih mengalami kenaikan harga untuk menahan laju deflasi yang terlalu dalam. Barang dan jasa seperti bensin, beras, laptop, bawang putih, hingga biaya pendidikan dasar tercatat mengalami inflasi tipis di tengah stabilnya perekonomian regional.