Puluhan mahasiswa dari program studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah atau UIN SATU Tulungagung baru saja merampungkan kunjungan edukatif yang sarat akan pengalaman berharga. Sebanyak 53 mahasiswa ini mendatangi kantor Suara Surabaya Media untuk melihat secara langsung bagaimana dapur redaksi bekerja dan mengelola informasi di era multiplatform.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kunjungan semacam ini menjadi jembatan krusial bagi generasi muda untuk memahami dinamika industri media yang bergerak cepat. Teori yang didapatkan di bangku kuliah kini diuji melalui realitas di lapangan, mulai dari proses peliputan berita hingga distribusi konten secara digital.
Luthfi Ulfan Ni’amah selaku Koordinator Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan praktis para peserta didik. "Datang ke sini karena ingin belajar dan membuka wawasan mahasiswa apakah yang sudah dipelajari dalam teori itu sama dengan kenyataan yang ada di Suara Surabaya," ujarnya saat memberikan keterangan.
Tidak hanya sekadar berkeliling, para mahasiswa juga mendapatkan materi mendalam mengenai alur kerja redaksi, teknik jurnalistik, hingga strategi penyebaran informasi. Kehadiran para praktisi media memberikan sudut pandang baru yang mencerahkan bagi mahasiswa dalam memahami tantangan jurnalisme masa kini.
Aini Kusuma yang bertindak sebagai penyiar Radio Suara Surabaya turut membagikan ilmunya dengan menjelaskan secara rinci cara kerja Tim Gate Keeper kepada puluhan mahasiswa UIN SATU Tulungagung. Dari analisis awak media, pemahaman mengenai proses penyaringan informasi ini sangat penting agar calon jurnalis muda mampu menyajikan berita yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab kepada publik.