Cuaca ekstrem berupa angin kencang secara mendadak melanda wilayah Kabupaten Situbondo dan merusak bangunan milik warga. Peristiwa nahas ini terjadi di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, saat siang hari bolong.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi, amukan angin puting beliung tersebut menyasar kediaman milik Biyani (69), seorang warga yang tinggal di Dusun Penjalinan. Hempasan angin yang kuat membuat bagian atap rumah berukuran semipermanen itu terhempas lepas dan berjatuhan.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut kepada awak media. "Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut," ujar Puriyono.
Dari hasil pengamatan di lapangan, bangunan rumah yang memiliki dimensi panjang 10 meter dan lebar 6 meter ini mengalami kerusakan cukup parah pada struktur atap berbahan asbes, kerangka kayu, hingga beberapa perabot rumah tangga yang ikut terdampak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama unsur gabungan dari pihak kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, hingga relawan Tagana langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas langsung menggelar kaji cepat untuk mendata kerugian material.
Tim analisis kebencanaan memperkirakan total kerugian materiil akibat kerusakan rumah milik lansia tersebut menyentuh angka sekitar Rp15 juta. Angka ini mencakup estimasi perbaikan struktur atap dan penggantian material kayu yang patah.
Langkah lanjutan yang akan ditempuh oleh pihak BPBD meliputi pengkajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna guna menyalurkan bantuan logistik darurat yang tepat sasaran bagi korban terdampak.
Mengutip imbauan dari pihak berwenang, masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap datang tiba-tiba dan mengancam keselamatan serta bangunan tempat tinggal.