Ketegangan geopolitik kembali merambah panggung sepak bola internasional setelah gelandang Republik of Ireland, Jason Knight, secara terbuka mendesak tim nasional untuk memboikot pertandingan UEFA Nations League mendatang melawan Israel. Desakan ini mencuat di tengah gelombang protes luas dari publik dan suporter yang menolak pertandingan tersebut digelar di tengah situasi krisis di Gaza.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari awak media, pemain yang memperkuat klub Bristol City itu menyampaikan pandangannya usai kekalahan Republik of Ireland dari Kosovo di Pristina. Menurut analisis tim redaksi, pernyataan Knight menjadi titik balik penting karena untuk pertama kalinya seorang pemain aktif secara terang-terangan mempertanyakan kelayakan digelarnya pertandingan tersebut di hadapan publik.
"Saya rasa pertandingan itu Seharusnya tidak perlu dilahirkan, tetapi kenyataannya laga tetap berjalan. Kami akan melakukan pembicaraan yang lebih mendalam mengenai apa artinya ini serta menyamakan pandangan sebagai satu grup sebelum melangkah lebih jauh," ujar Knight sebagaimana dikutip dari laporan SportBible.
Sebelumnya, pelatih kepala Republik of Ireland, Heimir Hallgrimsson, sempat memberikan pembelaan terkait keikutsertaan timnya. Hallgrimsson menegaskan bahwa skuadnya tidak bermain untuk mendukung kekerasan, melainkan bertanding melawan representasi negara tersebut di lapangan hijau, meski argumen itu sempat memicu polemik panas dengan pihak Federasi Sepak Bola Israel.
Sebagai tindak lanjut dari polemik yang memanas, para pemain Republik of Ireland yang dipimpin oleh kapten sementara Dara O'Shea langsung mengagendakan rapat darurat tertutup. Pertemuan krusial ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi seluruh skuad, membahas konsekuensi regulasi UEFA, serta menentukan sikap final tim secara kolektif sebelum menghadapi jadwal pertandingan internasional berikutnya.