Kemenangan meyakinkan Arsenal atas Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris harus diwarnai oleh insiden panas yang melibatkan sang manajer, Mikel Arteta. Bertanding di Stadium of Light, skuad Meriam London sukses membawa pulang tiga poin penuh berkat kemenangan dua gol tanpa balas. Namun, raihan positif tersebut seolah tertutup oleh amarah luar biasa dari juru taktik asal Spanyol itu terkait keputusan kontroversial wasit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden paling disoroti terjadi pada babak kedua ketika kedudukan masih imbang tanpa gol. Wasit menunjuk titik putih untuk keunggulan Sunderland setelah pemain Arsenal dinilai melakukan pelanggaran di area terlarang. Meski tinjauan VAR sempat dilakukan, keputusan tersebut tetap tidak berubah dan memicu amarah besar dari pinggir lapangan.
Beruntung bagi Arsenal, kiper andalan mereka, David Raya, tampil gemilang dengan menepis tendangan penalti eksekutor Sunderland. Tak lama setelah penyelamatan krusial tersebut, tim tamu langsung membalas melalui gol Bruno Guimaraes dan penalti Bukayo Saka. Kendati timnya menang, kemarahan Mikel Arteta sama sekali tidak reda usai pertandingan berakhir.
Menurut laporan jurnalis BBC, Steven Wyeth, Mikel Arteta menunjukkan gestur yang belum pernah ia lihat sebelumnya dari seorang pelatih. Sang manajer terus-menerus mengalihkan topik wawancara pasca-laga kembali ke insiden penalti tersebut hingga beberapa kali. Pelatih berusia muda itu bahkan menyebut insiden tersebut sebagai sebuah lelucon yang bisa merusak jalannya kompetisi.
Dalam sesi konferensi pers, Mikel Arteta secara terbuka mengecam keputusan pengadil lapangan yang dinilai sangat merugikan timnya. "Ini benar-benar tidak bisa diterima pada level seperti ini, dan saya sudah menontonnya berulang kali tanpa menemukan alasan logis," ujar sang manajer mengekspresikan kekecewaannya secara mendalam.
Dari analisis awak media, reaksi keras ini mencerminkan betapa tingginya tekanan dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Setiap keputusan kecil di atas lapangan dapat mengubah nasib sebuah klub secara drastis, sehingga kewaspadaan terhadap standar kepemimpinan wasit terus menjadi sorotan utama.