Pihak Universitas Brawijaya secara terbuka menyampaikan rasa prihatin mendalam sekaligus mengakui kecolongan atas insiden percobaan bunuh diri yang melibatkan salah satu mahasiswanya. Peristiwa tragis ini terjadi ketika seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR nekat melompat dari lantai enam sebuah gedung kampus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho, pihak kampus sebenarnya telah menerapkan berbagai protokol mitigasi ketat terkait kesehatan mental mahasiswa. Setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti serangkaian tes psikologi guna memetakan individu yang memerlukan perhatian atau pendampingan khusus dari institusi.
Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, insiden ini memicu urgensi evaluasi mendalam bagi institusi pendidikan tinggi untuk memperkuat sistem pengawasan akses gedung perkuliahan sekaligus meningkatkan efektivitas layanan konseling psikologis. Meskipun sistem skrining telah berjalan secara berkala di berbagai fakultas, faktor pemicu eksternal kerap kali sulit terdeteksi secara dini.
Kronologi kejadian bermula saat korban terekam kamera pengawas memasuki area gedung Fakultas Pertanian pada pagi hari sebelum insiden terjadi. Tak lama berselang, seorang staf mendengar suara benturan keras di area parkir dan segera mendapati korban tergeletak sebelum akhirnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.
Pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara mendapati indikasi adanya permasalahan pribadi yang memicu tindakan nekat tersebut setelah korban sempat terlibat pertengkaran dengan kekasihnya. Sementara itu, pihak universitas memastikan seluruh pembiayaan medis penanganan korban akan ditanggung penuh melalui fasilitas bantuan kesehatan kampus.