Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan tinggi di Kota Malang setelah seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri berinisial QN ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Peristiwa yang terjadi di kawasan Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, ini langsung menggegerkan warga sekitar dan pihak kampus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban yang merupakan pemuda asal Jakarta tersebut ditemukan meninggal dunia pada Jumat pagi setelah aparat menerima laporan darurat. Tim kepolisian dari Polsek Lowokwaru yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengidentifikasi situasi.
Berdasarkan analisis awak media dan pengamatan dari laporan kepolisian, investigasi awal menunjukkan bahwa insiden mendadak seperti ini memerlukan ketelitian tinggi guna memastikan tidak ada unsur kelalaian atau tindak pidana. Keterangan dari para saksi di sekitar lokasi menjadi kunci utama bagi penyidik dalam merangkai kronologi jam-jam terakhir korban.
Sebagaimana dilaporkan oleh pihak berwajib, korban sempat menunjukkan gejala kesakitan pada malam hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya. Rekan sesama penghuni kos sempat mendengar rintihan kesakitan dari dalam kamar korban, yang memperkuat dugaan adanya masalah kesehatan serius.
Menurut keterangan resmi dari Kapolsek Lowokwaru Komisaris Anang Tri Hananta, korban diketahui memiliki riwayat kesehatan khusus yang sering kambuh. "QN juga pernah bercerita memiliki sakit kekurangan kalium," ujar Anang saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Informasi mengenai riwayat medis tersebut juga diperkuat oleh pihak keluarga korban yang menyebutkan bahwa QN mengidap hipokalemia atau kondisi kekurangan kalium dalam darah. Selain itu, korban sempat mengeluhkan beberapa gejala penyakit lain seperti demam tinggi, sakit tenggorokan, serta nyeri di bagian perut.
Keluarga sebenarnya telah memberikan saran agar korban segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis profesional. Namun, komunikasi dengan korban terputus pada malam hari sebelum insiden penemuan jenazah tersebut terjadi.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian menemukan sejumlah jenis obat-obatan yang berada di sekitar area kamar korban. Meskipun demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa temuan obat tersebut masih harus melalui uji laboratorium dan pemeriksaan mendalam untuk memastikan keterkaitannya dengan penyebab pasti kematian.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang guna menjalani proses visum et repertum. Pihak kepolisian masih terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini secara transparan.