Kawasan wisata pendakian Gunung Arjuno kembali menghadapi ujian berat setelah si jago merah melalap salah satu jalur populer di lerengnya. Berdasarkan laporan yang dihimpun, titik api terpantau membakar kawasan Alas Lali Jiwo yang berada di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan resmi dari Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, kemunculan api ini terpantau sejak hari kemarin di area dengan ketinggian mencapai 2.500 meter di atas permukaan laut. Lokasi kebakaran tersebut secara spesifik masuk dalam wilayah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.
Sebagaimana dilaporkan oleh awak media di lapangan, pengamatan awal menunjukkan adanya kemunculan tiga titik api yang terpantau dari bawah lereng gunung. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung karena api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Mengutip keterangan dari pihak berwenang, upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan di lapangan menghadapi berbagai kendala serius. Tiupan angin yang cukup kencang serta kondisi medan yang sangat sulit dijangkau menjadi tantangan utama bagi para petugas.
Dalam menghadapi situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari petugas Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Masyarakat Peduli Api, serta para relawan desa langsung bergerak cepat menuju lokasi titik api sejak malam hari untuk mengendalikan amukan si jago merah.
Dari analisis tim redaksi, insiden berulang di kawasan konservasi ini menuntut adanya evaluasi komprehensif terkait mitigasi bencana kebakaran hutan di Jawa Timur. Sinergi lintas instansi serta kesiapsiagaan peralatan menjadi kunci utama untuk mencegah meluasnya kerusakan ekosistem.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah menjalin koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Jawa Timur guna memaksimalkan penanganan darurat. Opsi pengerahan helikopter water bombing pun disiapkan apabila kondisi di lapangan memungkinkan.
"Saat ini helikopter water bombing masih fokus pemadaman di kawasan Bromo. Kalau memungkinkan bisa diarahkan ke Arjuno," ujar Sugeng Hariyadi menjelaskan kendala pembagian armada pemadaman udara tersebut.