Kebakaran hebat menghanguskan kandang ayam milik Abdul Munir di Dusun Plandangan, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini mengakibatkan 3.100 ekor ayam mati terbakar.
Pemanas Kandang Diduga Jadi Pemicu Kebakaran
Baca Juga
-
Dworowati Lantern Festival Meriahkan HUT ke-184 Desa Ngabab Pujon Malang
Dworowati Lantern Festival 2026 sukses digelar di Desa Ngabab, Pujon, Malang dengan pelepasan...
-
Geger Penemuan Mortir di Gudang Besi Tua Malang, Gegana Turun Tangan
Sesosok mortir aktif ditemukan di gudang besi tua Kepanjen, Malang, lalu dimusnahkan Tim Gegana...
-
Kepala SPPG Menghilang usai Pamit Salat, Dapur MBG Blora Mangkrak
Operasional dapur MBG di Blora terhenti setelah Kepala SPPG mendadak resign dan menghilang usai...
-
Sekda Kabupaten Malang Apresiasi Kekompakan Warga Kemulan Gelar Bersih Desa
Sekda Kabupaten Malang Budiar memuji kekompakan dan gotong royong warga Desa Kemulan, Turen,...
Api diduga kuat berasal dari kebocoran tabung gas elpiji yang tersambung ke alat pemanas kandang. Pemanas tersebut difungsikan untuk menghangatkan suhu ruangan kandang, terutama saat musim dingin atau bediding.
Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Bambang Pidekso, menyebutkan pemilik baru saja mengganti tabung pemanas sebelum insiden terjadi. "Sebelumnya pemilik kandang mengganti tabung gas elpiji untuk pemanas. Diduga ada gas yang bocor," ujar Bambang.
Gas Terakumulasi hingga Menyulut Api Kobaran
Setelah penggantian tabung, pemanas dinyalakan seperti biasa. Namun kebocoran pada saluran membuat gas terakumulasi di dalam ruangan hingga akhirnya tersulut api dan membesar dengan cepat.
Banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat merembet. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hampir satu jam untuk memadamkan seluruh titik api di lokasi.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 400 Juta
Tidak ada ayam yang selamat dari musibah ini, termasuk sekitar 2.100 ekor ayam petelur yang sedang berada pada masa produktif. Seluruh bangunan beserta peralatan peternakan ludes tidak tersisa.
Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 400 juta.