Ribuan warga dan wisatawan memadati Lapangan Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Sabtu (18/7/2026) malam. Mereka antusias menyaksikan gelaran Dworowati Lantern Festival 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-184 Desa Ngabab.
Ribuan Lampion Terangi Langit Pujon
Baca Juga
-
Geger Penemuan Mortir di Gudang Besi Tua Malang, Gegana Turun Tangan
Sesosok mortir aktif ditemukan di gudang besi tua Kepanjen, Malang, lalu dimusnahkan Tim Gegana...
-
Kandang Ayam di Tulungagung Terbakar, 3.100 Ekor Mati Dilalap Api
Kebakaran menghanguskan kandang ayam di Kedungwaru, Tulungagung, membunuh 3.100 ekor ayam dengan...
-
Kepala SPPG Menghilang usai Pamit Salat, Dapur MBG Blora Mangkrak
Operasional dapur MBG di Blora terhenti setelah Kepala SPPG mendadak resign dan menghilang usai...
-
Sekda Kabupaten Malang Apresiasi Kekompakan Warga Kemulan Gelar Bersih Desa
Sekda Kabupaten Malang Budiar memuji kekompakan dan gotong royong warga Desa Kemulan, Turen,...
Acara tahunan ini diwarnai dengan pelepasan ribuan lampion yang menerangi langit malam kawasan Pujon. Pemandangan cahaya lampion di tengah udara sejuk berhasil memukau para pengunjung yang datang dari dalam maupun luar Kabupaten Malang.
Para pengunjung telah memadati lokasi sejak sore hari untuk menikmati berbagai wahana dan sajian hiburan. Momen pelepasan lampion menjadi puncak acara yang paling dinantikan dalam festival budaya tersebut.
Hasil Penjualan Tiket untuk Ambulans Gratis
Kepala Desa Ngabab, Amin Afandi, menjelaskan bahwa festival ini tak sekadar ajang hiburan, melainkan juga sarana menggalang kepedulian sosial. Seluruh pendapatan dari tiket masuk dan parkir akan dialokasikan untuk operasional ambulans gratis desa.
"Melalui festival ini kami ingin menghadirkan hiburan sekaligus membangun kepedulian bersama. Hasil penjualan tiket dan parkir akan digunakan untuk pembiayaan ambulans gratis desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal," kata Amin Afandi pada Minggu (19/7/2026).
Dorong Ekonomi dan Sektor Pariwisata
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, panitia, dan masyarakat setempat. Selain memperkuat identitas budaya, festival ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dan pariwisata Desa Ngabab.
Amin berharap agenda ini terus berkembang saban tahun agar menarik lebih banyak wisatawan. "Semangat kebersamaan yang dibangun melalui festival ini diharapkan menjadi kekuatan untuk terus memajukan Desa Ngabab," pungkasnya.