Harapan Argentina mencetak sejarah back to back juara Piala Dunia resmi pupus usai takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Pertandingan penentu tersebut berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gagal Samai Rekor Italia dan Brasil
Baca Juga
-
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekecewaan
Lionel Messi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai Argentina tumbang dari Spanyol di final...
-
Argentina Libas Inggris 2-1, Lionel Messi Cetak Rating 9 Dan Lolos Final
Argentina sukses menembus final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris 2-1 berkat...
-
Chelsea Beli Morgan Rogers, Joao Pedro Tetap Bertahan di Stamford Bridge
Chelsea menolak menjual Joao Pedro ke Barcelona dan tetap menjadikannya pilar utama lini serang...
-
Chelsea dan Arsenal Rebutan Maxence Lacroix, Harga Naik hingga 70 Juta Euro
Chelsea dan Arsenal bersaing sengit memperebutkan bek Crystal Palace Maxence Lacroix, dengan...
Kekalahan ini menghentikan ambisi Lionel Messi dan kawan-kawan untuk mempertahankan trofi yang disabet pada edisi 2022. Argentina pun gagal bergabung dengan Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962) sebagai negara yang sanggup menjuarai Piala Dunia dua kali beruntun.
Meski tampil impresif dan dipimpin Messi yang tajam sepanjang turnamen, La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente berhasil mengamankan gelar dunia kedua mereka lewat permainan efektif.
Kematangan Taktik Spanyol Jadi Kunci
Analis sepak bola Hamid Anwar menilai kemenangan La Roja tak lepas dari organisasi permainan yang matang. Menurutnya, Spanyol berhasil meredam arah serangan lawan secara disiplin.
"Melihat Spanyol ini dia bermain dengan positional play, pressing terstruktur, mengatur tempo, defensinya tidak kompak tetapi mampu membaca arah serangan lawan dengan baik," ujar Hamid Anwar dalam Podcast Super Taktik Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah.