Liverpool Siapkan Rencana Matang Gaet Daniel Svensson, Arsenal Mengintai

Aksi Daniel Svensson di lapangan bersama Borussia Dortmund
Aksi Daniel Svensson di lapangan bersama Borussia Dortmund
Ringkasan: Liverpool menyusun rencana konkret demi memboyong Daniel Svensson dari Borussia Dortmund, meski harus bersaing ketat dengan Arsenal.

Liverpool berpeluang kembali terlibat persaingan sengit dengan Arsenal dalam perburuan pemain di bursa transfer musim panas 2026. Kedua klub raksasa Liga Inggris tersebut mengincar bek kiri serba bisa milik Borussia Dortmund, Daniel Svensson, demi memperkuat lini pertahanan mereka.

Langkah Konkret The Reds Incar Svensson

Baca Juga

Berdasarkan laporan sumber industri agen kepada CaughtOffside, Liverpool telah memasukkan nama Daniel Svensson ke dalam daftar prioritas transfer mereka. Manajemen The Reds bahkan disebut sudah menyusun rencana konkret untuk mengamankan tanda tangan pemain asal Swedia tersebut.

Svensson yang mampu bermain sebagai bek kiri, bek sayap, hingga gelandang dinilai sangat cocok dengan gaya permainan tim yang mengandalkan penguasaan bola. Fleksibilitas serta kemampuannya bergerak ke area tengah menjadi daya tarik utama bagi Liverpool dan Arsenal.

Harga Potensial Tembus 50 Juta Euro

Borussia Dortmund berada di posisi tawar yang sangat kuat setelah mempermanenkan kepindahan Svensson dari FC Nordsjælland pada 2025. Klub asal Jerman itu mengikat sang pemain dengan kontrak berdurasi panjang hingga Juni 2029, sehingga tidak dalam tekanan untuk menjualnya dengan harga murah.

Pemain bertalenta ini sebelumnya diperkirakan memiliki nilai transfer antara 35 juta hingga 45 juta euro. Namun, ketatnya persaingan antara Liverpool dan Arsenal berpotensi mengerek nilai kesepakatan mendekati angka 50 juta euro.

Pertimbangan Arsenal dalam Perburuan

Meski terus memantau situasi, Arsenal diprediksi hanya akan bertahan dalam perburuan jika nilainya tetap masuk akal. Mengingat kedalaman skuad lini belakang The Gunners yang sudah solid, menggelontorkan dana hingga 50 juta euro hanya untuk pemain rotasi dianggap sulit dibenarkan.

Kedua klub harus berhati-hati agar perang harga tidak mengubah peluang emas merekrut pemain muda berbakat ini menjadi perjudian yang terlalu mahal.