Presiden Prabowo Subianto menyatakan perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat di tengah tantangan dan gejolak global. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).
Tepis Prediksi Ekonomi Kolaps
Baca Juga
-
Aksi Bon Jovi di Madison Square Garden Bikin Fans Heboh
Grup band rock legendaris Bon Jovi sukses menggelar residensi konser "Forever Tour" di Madison...
-
Antisipasi Bencana, BPBD Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan Personel
BPBD Kabupaten Malang menggelar rakor evaluasi kinerja di Mako Kepanjen guna memperkuat respons...
-
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekecewaan
Lionel Messi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai Argentina tumbang dari Spanyol di final...
-
Argentina Libas Inggris 2-1, Lionel Messi Cetak Rating 9 Dan Lolos Final
Argentina sukses menembus final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris 2-1 berkat...
Prabowo menepis berbagai anggapan dan prediksi yang menyebut perekonomian nasional akan terpuruk akibat krisis global. "Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps. Ternyata semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin kuat," tegas Prabowo.
Ketahanan tersebut terbukti dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang menembus sekitar 5,6 persen. Angka ini diraih saat dunia sedang dibayangi konflik geopolitik serta tingginya tekanan harga pangan dan energi.
Ketahanan Pangan dan Kinerja Kabinet
Salah satu faktor penopang utama stabilitas nasional adalah penguatan sektor pangan. Prabowo menilai langkah cepat pemerintah dalam menggenjot swasembada pangan membuat Indonesia berada di posisi yang jauh lebih baik dibanding negara lain.
Dalam forum evaluasi menjelang pidato kenegaraan 16 Agustus 2026 tersebut, Prabowo mengapresiasi kinerja menteri Kabinet Merah Putih. Namun, ia mewanti-wanti seluruh jajarannya agar tak berpuas diri demi terus memajukan kesejahteraan masyarakat.